kenapa sih kok masuk ke kampus isi dan ambil jurusan interior?kamu kan bagus diakuntansi dan pengen jadi akuntan kan?
itulah pertanyaan yang beberapa kali dilontarkan padaku tiap kali ketemu sama temen temen lamaku, khususnya teman SMA. pertanyaan itu keluar karena mereka tau betapa sukanya aku dengan yang namanya akuntansi. disaat temen temen lain berpikir bagaimana caranya bisa bolos jam pelajaran akuntansi, aku malah dengan tidak sabarnya ingin bertemu dengan pak zarran yang memang cocok sekali jadi guru akuntasi. dan kalo diingat ingat cuma pelajaran itu yang bikin aku gak bosan setengah mati mpe pengen banget pulang atau ketakutan setengah hidup karena gurunya killer hehehe. bahkan disaat yang laen pengen masuk ugm atau universitas lainnya aku malah keukeuh pengen masuk STAN.
kalo ditanya kenapa suka ma akuntasi, alasannya sederhana, KARENA AKU GAK PUNYA UANG (dibaca dengan gaya iklan lebay banget ^__^v). hehehe dari pada pusing mikirin gimana dapat uang padahal waktu itu aku masih sma, gak punya ketrampilan apapun dan kemana mana diantar ma bapak (hehehe maklum anak ayah nie :p), mending kan nyicil dulu, ngerasain gimana rasanya ngitung uang banyak, jadi nanti kalo udah punya uang banyak aku gak kaget gitu (maksa banget ya :P). the truth is i just fall in to accounting, its my first love.
tau kan gimana rasanya jatuh cinta pertama kali, deg deg an, gak bisa tidur, gak bisa makan, bahkan kadang bikin sakit kepala hahaha. sama banget kayak accounting, coba deh diinget inget. dan seperti semua orang bijak bilang, cinta kadang tidak butuh alasan. aku gak punya alasan spesifik kenapa aku suka accounting, yang aku tau rasanya memuaskan sekali apabila sudah selesai mengerjakan soal soal pembukuan dan benar!!!wooowwww...rasanya...wooowww
tapi tidak ada yang sempurna dan abadi di dunia ini kecuali DIA yang punya hidup, pada saat kuliah aku jatuh cinta pada yang lain, interior desain dan ISI :) (psssttt.....lebay)
saat tau kalo pendaftaran stan udah tutup dan kalo aku memang mau masuk stan harus nunggu setahun lagi dan ribet banget ( aku mungkin orang yang pualing pualing gak mau ribet), terus gak da jurusan biologi kelautan di ugm (anak ips kok mau masuk biologi duueeeng) tapi gak mau mengecewakan orang tua yang sudah pengen banget liat anaknya kuliah di ugm atau undip maka dengan ringan hati aku mengembalikan formulir pendaftaran umptn dengan tinta hitam dari bolpoin pilot yang mbleber, kontan aja langsung dimarahi ma ibu yang jaga meja pengembalian formulir, wong formulir harus ditulis pake pensil 2B kok malah nulis pake bolpoin hahahaha
jadi sukseslah misi ku untuk tidak kuliah di UGM atau UNDIP, jangan salah...bukan aku gak mau kuliah di kedua kampus itu, atau aku kepedean pasti diterima, bukan...bukan seperti itu. saat itu bayangku kuliah di ugm atau undip gak jauh beda kayak di sma, pagi masuk kelas, duduk manis nunggu dosen, ke perpus ngerjain tugas, pulang tidur. its so boring......(no offense ya, it just my opinion at that time :) ) .
and in the end of the story, i finally endup in my beloved college ISI yogyakarta. jujur wae, awalnya saya bener bener gak pede sama sekali masuk kekampus ini. (walo mungkin bukan satu satunya) gak punya bakat gambar, gak punya dasar apa apa, cuma punya niat dan kemauan untuk belajar sesuatu yang baru. dengan bekal keras kepala itulah aku nekat ambil jurusan interior. sebenarnya bukan tanpa pertimbangan aku ambil jurusan ini. dalam pemikiranku ini adalah satu dari dua jurusan yang kemungkinan besar bisa aku tangani, karena menurutku desain adalah merupakan seni terapan, perkembangan dari seni murni yang telah ada, dan selalu didasari oleh perkembangan trend sosial. gak butuh bakat bisa lukis indah di sini, cukup mau belajar dan mau berhitung.
dan ternyata perkiraanku benar. disini bakat menggambar memang diperlukan tapi yang paling penting adalah intuisi dan imajinasi untuk bisa membayangkan sebuah ruang kotak. disinilah aku bukan cuma menemukan sahabat sahabat yang saling melengkapi, tapi juga sebuah jati diri. aku menemukan bahwa aku suka sekali proses dalam desain, membayangkan satu bentuk benda atau ruang yang belum wujud, menggambarkannya dalam sebuah sketsa, menggunakan otak kecilku untuk berimajinasi bagaimana benda khayal itu bisa berwujud, merencanakan setiap jengkal kontruksinya, berburu aksesoris dan bahan, lalu nongkrong seharian di workshop dengan tukang, dan ahirnya..whalaaaaaaa..sim salabim....ada ruang yang dulunya kosong jadi terisi indah, ada mebel yang dulunya tidak ada berdiri tegak dengan gagahnya.
meski sudah hampir delapan tahun bergelut di dunia desain, tapi rasanya tak pernah puas saat ahirnya berhasil dengan lancar mengerjakan sebuah proyek. bahkan rasanya setiap kali lebih baik dari sebelumnya, karena setiap proyek punya cerita yang berbeda. dari kayu yang belum kering hingga mebel yang salah ukuran :).
terkadang kita berpikir, kenapa sih dunia tak pernah mengikuti kemauan kita?kenapa sih tuhan tidak pernah memberi apa yang kita butuhkan saat kita butuh....well...tuhan tahu yang terbaik meski bagi kita itu yang paling buruk. tuhan tahu apa yang paling kita butuhkan meski kita tak pernah merasa butuh. tuhan tahu karena tuhan tak pernah tidur ***tidak pernah bisa membayangkan apa jadinya aku sekarang kalo dulu jadi masuk ugm atau undip atau stan, karena aku suka aku yang sekarang
karena interior dan isi adalah 'aku', itulah jawabanku...
and in the end of the story, i finally endup in my beloved college ISI yogyakarta. jujur wae, awalnya saya bener bener gak pede sama sekali masuk kekampus ini. (walo mungkin bukan satu satunya) gak punya bakat gambar, gak punya dasar apa apa, cuma punya niat dan kemauan untuk belajar sesuatu yang baru. dengan bekal keras kepala itulah aku nekat ambil jurusan interior. sebenarnya bukan tanpa pertimbangan aku ambil jurusan ini. dalam pemikiranku ini adalah satu dari dua jurusan yang kemungkinan besar bisa aku tangani, karena menurutku desain adalah merupakan seni terapan, perkembangan dari seni murni yang telah ada, dan selalu didasari oleh perkembangan trend sosial. gak butuh bakat bisa lukis indah di sini, cukup mau belajar dan mau berhitung.
dan ternyata perkiraanku benar. disini bakat menggambar memang diperlukan tapi yang paling penting adalah intuisi dan imajinasi untuk bisa membayangkan sebuah ruang kotak. disinilah aku bukan cuma menemukan sahabat sahabat yang saling melengkapi, tapi juga sebuah jati diri. aku menemukan bahwa aku suka sekali proses dalam desain, membayangkan satu bentuk benda atau ruang yang belum wujud, menggambarkannya dalam sebuah sketsa, menggunakan otak kecilku untuk berimajinasi bagaimana benda khayal itu bisa berwujud, merencanakan setiap jengkal kontruksinya, berburu aksesoris dan bahan, lalu nongkrong seharian di workshop dengan tukang, dan ahirnya..whalaaaaaaa..sim salabim....ada ruang yang dulunya kosong jadi terisi indah, ada mebel yang dulunya tidak ada berdiri tegak dengan gagahnya.
meski sudah hampir delapan tahun bergelut di dunia desain, tapi rasanya tak pernah puas saat ahirnya berhasil dengan lancar mengerjakan sebuah proyek. bahkan rasanya setiap kali lebih baik dari sebelumnya, karena setiap proyek punya cerita yang berbeda. dari kayu yang belum kering hingga mebel yang salah ukuran :).
terkadang kita berpikir, kenapa sih dunia tak pernah mengikuti kemauan kita?kenapa sih tuhan tidak pernah memberi apa yang kita butuhkan saat kita butuh....well...tuhan tahu yang terbaik meski bagi kita itu yang paling buruk. tuhan tahu apa yang paling kita butuhkan meski kita tak pernah merasa butuh. tuhan tahu karena tuhan tak pernah tidur ***tidak pernah bisa membayangkan apa jadinya aku sekarang kalo dulu jadi masuk ugm atau undip atau stan, karena aku suka aku yang sekarang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar